Profesor Berdampak Universitas Mataram Hilirkan Paten Sabun Herbal Antibakteri Berbahan Daun Sukun di Desa Gontar

Sumbawa Barat – Universitas Mataram melalui Program Profesor Berdampak menghadirkan inovasi sabun herbal premium antibakteri berbahan dasar daun sukun kepada masyarakat Desa Gontar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Mataram mendekatkan hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi kepada masyarakat melalui proses hilirisasi dan pemberdayaan berbasis potensi sumber daya lokal. (19/9/2026)

Inovasi sabun herbal premium antibakteri tersebut dikembangkan melalui kerja sama Universitas Mataram dengan CV Chemica Karya. Tim pelaksana terdiri atas Prof. Aliefman Hakim, S.Si., M.Si. Direktur Pascasarjana Universitas Mataram sebagai ketua tim, Prof. Dr. A. Wahab Jufri, M.Sc., Prof. Dr. Faturrahman, S.Pt., M.Si., Prof. Dr. Dra. Tri Mulyaningsih, M.Si., Prof. Dra. Susilawati, M.Si., Ph.D., dan Dr. Lalu Rudyat Telly Savalas, M.Si.

Kegiatan diseminasi inovasi yang mengusung tema hilirisasi inovasi tersebut diikuti oleh 55 peserta. Masyarakat tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai inovasi sabun herbal, tetapi juga terlibat secara langsung dalam praktik pembuatan sabun herbal premium antibakteri.

Kegiatan ini juga melibatkan Pemerintah Desa Gontar yang merupakan salah satu Desa Berdaya NTB. Kepala Desa Gontar, Muhammad Taufik, menyambut baik pelaksanaan Program Profesor Berdampak Universitas Mataram di wilayahnya. Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh masyarakat melalui kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan setelah pendampingan dari tim Universitas Mataram.

Dari Hasil Penelitian Menjadi Produk Inovasi

Sabun herbal premium antibakteri yang diperkenalkan kepada masyarakat merupakan hasil hilirisasi paten Prof. Aliefman Hakim, S.Si., M.Si. yang dikembangkan dari penelitian terapan pada tahun 2024.

Proses pengembangan inovasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari formulasi produk, pengujian aktivitas antibakteri, hingga pengujian mutu sabun dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam proses transformasi hasil penelitian menjadi prototipe produk yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Dengan demikian, kegiatan di Desa Gontar tidak berhenti pada penyampaian hasil penelitian, tetapi memperlihatkan rangkaian proses penelitian → inovasi → prototipe → diseminasi → praktik masyarakat → pengembangan hilirisasi.

Menghubungkan Potensi Lokal dengan Hasil Riset Perguruan Tinggi

Pemanfaatan daun sukun sebagai bahan dasar sabun herbal menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi sumber daya lokal untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah.

Melalui Program Profesor Berdampak, Universitas Mataram berupaya mempertemukan kapasitas riset perguruan tinggi dengan potensi yang tersedia di masyarakat. Desa Gontar tidak hanya menjadi lokasi kegiatan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan diseminasi inovasi yang memungkinkan masyarakat mengenal serta mempraktikkan teknologi pengolahan bahan lokal menjadi produk bernilai tambah.

Sebanyak 55 peserta yang mengikuti kegiatan memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung proses pembuatan sabun herbal dan mencoba tahapan pembuatannya. Keterlibatan langsung tersebut menjadi bagian dari proses transfer pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat.

Bagi mitra, kegiatan ini juga menghasilkan manfaat berupa produk baru berupa sabun herbal premium antibakteri yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam proses hilirisasi.

Mendorong Hilirisasi dan Peluang Pengembangan Ekonomi

Pengembangan sabun herbal di Desa Gontar merupakan bagian dari upaya mendorong hasil riset perguruan tinggi agar memiliki jalur pengembangan menuju pemanfaatan yang lebih luas.

Tahapan berikutnya diarahkan pada validasi pasar, penyempurnaan produk, pengembangan kemitraan dengan industri, alih teknologi, dan penjajakan peluang investasi. Tahapan tersebut diperlukan untuk memastikan inovasi yang dihasilkan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan pasar.

Bagi Desa Gontar, inovasi ini membuka peluang pemanfaatan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah. Pengembangan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan alternatif kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat apabila produk telah memenuhi aspek teknis, mutu, pasar, dan kelayakan produksi.

Bagian dari Pusat Unggulan Ilmu Pangan dan Kesehatan

Pengembangan sabun herbal premium antibakteri juga sejalan dengan penguatan Pusat Unggulan Ilmu (PUI) bidang Pangan dan Kesehatan Universitas Mataram. Inovasi ini menghubungkan hasil penelitian perguruan tinggi dengan pemanfaatan sumber daya lokal serta pengembangan produk yang berkaitan dengan kebersihan dan kesehatan.

Program Profesor Berdampak tidak hanya menempatkan penelitian sebagai kegiatan akademik, tetapi juga mendorong agar hasil penelitian dapat didiseminasikan, dikembangkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan mencakup penelitian, pengembangan inovasi, transfer pengetahuan, pelibatan masyarakat, pengembangan talenta, serta penguatan kemitraan dengan pihak eksternal.

Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Kegiatan hilirisasi sabun herbal premium antibakteri melalui Program Profesor Berdampak berkontribusi terhadap beberapa Sustainable Development Goals (SDGs).

SDG 3 – Good Health and Well-being, melalui pengembangan produk sabun herbal antibakteri yang berkaitan dengan kebersihan dan kesehatan.

SDG 8 – Decent Work and Economic Growth, melalui pengembangan produk bernilai tambah dan penjajakan peluang pengembangan usaha serta kemitraan industri.

SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure, melalui proses hilirisasi hasil penelitian dan paten menjadi prototipe produk, pengujian aktivitas antibakteri, pengujian mutu, serta pengembangan kerja sama dengan mitra.

SDG 12 – Responsible Consumption and Production, melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal berupa daun sukun untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

SDG 17 – Partnerships for the Goals, melalui kolaborasi antara Universitas Mataram, CV Chemica Karya, Pemerintah Desa Gontar, dan masyarakat dalam proses pengembangan dan diseminasi inovasi.

Dari Desa Gontar Menuju Hilirisasi yang Lebih Luas

Diseminasi sabun herbal premium antibakteri di Desa Gontar menjadi salah satu contoh bagaimana hasil penelitian perguruan tinggi dapat dibawa lebih dekat kepada masyarakat.

Inovasi tersebut saat ini berada dalam tahapan pengembangan menuju proses hilirisasi yang lebih luas. Validasi pasar, penyempurnaan produk, penguatan kemitraan, serta pengembangan alih teknologi menjadi bagian dari tahapan lanjutan yang perlu dilakukan.

Melalui Program Profesor Berdampak, Universitas Mataram terus mendorong agar inovasi yang lahir dari kegiatan penelitian tidak berhenti sebagai prototipe atau publikasi, tetapi dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.

Pengembangan sabun herbal berbahan dasar daun sukun di Desa Gontar menjadi salah satu bentuk upaya mempertemukan riset perguruan tinggi, potensi sumber daya lokal, inovasi produk, pemberdayaan masyarakat, dan peluang hilirisasi dalam satu rangkaian kegiatan yang berkelanjutan.

Bagikan dan Pilih Platform Anda!

Joining Over 800,000 Students Enjoying Avada Education now

Become Part of Avada University to Further Your Career.

Go to Top